-
Gedung NU
Pembangunan Gedung NU Ranting Kalilangkap direalisasikan.
-
MUSRAN NU Kalilangkap 2018
Musyawarah Ranting ( Musran ) Nahdlatul Ulama Desa Kalilangkap untuk kepengurusan ranting NU masa khidmat 2018-2023 telah laksanakan hari ini Rabu tanggal 27 syawal 1439 H / 11 Juli 2018 H. bertempat di Gedung Lantai 2 SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu.
-
BINTEK KARTANU
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes mengadakan Bintek dan melaunching Sistem Informasi Strategis Nahdlatu Ulama (Sisnu) sekaligus Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) wilayah Brebes Selatan.
-
Kajian Rutin Malam Kamis
Kegiatan kajian rutin kitab kuning, kitab Riyadusholihin pengurus ranting NU Kalilangkap
-
Slide5
Maulid Nabi 2017
-
Slide6
Pengurus Muslimat dan fatayat NU Kalilangkap
-
Slide 7
Khitanan Massal ranting NU Kalilangkap 2017
-
Slide 8
Pembangunan Gedung NU ranting NU Kalilangkap
-
Slide 9
Maulid Nabi tahun 2019
-
Slide 10
Peletakan batu pertama pembangunan gedung NU
-
Maulid Nabi Muhammad Saw dan Khitanan Massal 2015
Pengajian Maulid nabi Muhammad SAW dan Khitanan Massal pada hari kamis 25 Desember 2015, oleh Ranting NU, Muslimat NU, Fatayat NUdan GP Ansor berlangsung di KAR Legok.
Assalamualaikum Wr.Wb.
13 July 2014
06 July 2014
ADZAN DI VATIKAN
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, doa Islam dan adhan akan diperdengarkan di kota Vatikan setelah Paus Fransiscus mengundang presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Perez untuk melakukan doa bersama.
"Ini merupakan momen untuk memohon kepada tuhan untuk perdamaian. Ini bukan peristiwa politik,” kata Pierbattista Pizzaballa, seorang pejabat Gereja yang bertanggung jawab atas situs Katolik di Tanah Suci dan penyelenggara utama pertemuan hari Minggu, kepada Reuters, Jum’at (6/6).
"Semua orang ingin sesuatu terjadi, sesuatu untuk mengubah. Semua orang lelah atas negosiasi yang tidak pernah berakhir ... "
Franciscus mengundang Presiden Shimon Peres and Presiden Mahmoud Abbas dalam kunjungannya ke Jordan dan Yerussalem akhir pekan lalu.
Abbas, Peres, and Franciscus akan didampingi oleh para pemimpin agama Yahudi, Kristen, dan Islam, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Peres, menurut Times of Israel.
Peristiwa spesial ini akan disiarkan ke seluruh dunia.
Franciscus akan menyambut Peres dan Abbas secara terpisah di hotel Vatican dimana dia tinggal dan melakukan pertemuan satu per satu dengan masing-masing pihak.
Paus akan bergabung dengan pemimpin spiritual Kristen Ortodoks dunia, Patriark Ekumenis Bartolomeus, untuk menunjukkan bersatunya Kristen dalam acara tersebut.
Empat pemimpin tersebut kemudian akan berjalan menuju taman Vatikan untuk melakukan prosesi doa menurut masing-masing agama yang dibagi menjadi tiga bagian Yahudi, Kristen dan Muslim.
PILPRES 2014
29 June 2014
NU dan POLITIK
Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali menegaskan netralitasnya dalam Pemilihan Umum Presiden 2014. Melalui akun twitter pribadinya, Gus Mus membantah pernah berkomentar tentang pribadi capres-cawapres tertentu.
“Bagi mereka yg belum berpengalaman dan belum begitu mengenal saya ~a. mustofa bisri/gus mus/@gusmusgusmu~ perlu diberitahukan bahwa: saya /@gusmusgusmu/a.mustofa bisri/gus mus TIDAK PERNAH MEMBUAT STATEMEN APA PUN TENTANG PRIBADI CAPRES-CAWAPRES MANA PUN,” tulisanya sebagaima dikutip NU Online, Ahad (29/6).
Tweet yang dipublikasikan 26 Juni 2014 tersebut muncul setelah Gus Mus menerima banyak laporan terkait dukungan terhadap pasangan capres-cawapres tertentu yang mencatut namanya.
Lewat akun @gusmusgusmu, sebelumnya kiai asal Rembang ini juga menuturkan, “Ciri2 politikus yang tidak PD itu antara lain suka ngeklaim2 dan membawa-bawa nama pihak lain (ormas atau tokoh). :).”
Gus Mus berharap kampanye kedua kubu pasangan calon dilakukan secara elegan, sportif, dan beradab. Ia juga menyerukan masing-masing kubu menggunaan cara terbaik dalam memikat dukungan dari masyarakat, yakni dengan menonjolkan kebaikan calon yang didukung, bukan mengumbar keburukan calon saingan.
Dalam “Taushiyah PBNU soal Pemilu 2014” yang diterbitkan akhir April lalu, PBNU mengajak kepada segenap warga untuk berpartisipasi secara aktif dalm pilpres kali ini sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab akan kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut PBNU, partisipasi dalam pilpres dapat dianggap sebagai bentuk ibadah, selama hal itu dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar, yang mengindahkan nilai-nilai agama dan moral. Sebaliknya, manakala partisipasi itu dilakukan dengan menghalalkan segala cara (al-ghayah tubarrir al-wasilah), maka hal itu merupakan bentuk kedurhakaan (maksiat) kepada Allah swt dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.
Selain Gus Mus, surat pernyataan resmi itu juga ditandatangani Katib Aam PBNU KH Malik Madaniy, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud.(Mahbib Khoiron)
30 November 2013
03 October 2013
4 REKOMENDASI MUNAS NU 2013
Upaya-upaya penanggulangan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini belum berjalan dengan baik, karena aparatur yang bertugas untuk itu yaitu kepolisian dan kejaksaan, tidak menunjukkan keseriusan. Ketidakseriusan ini hanya dapat diatasi oleh lembaga yang berada di atas keduanya, yaitu Presiden. Presiden juga harus bertindak tegas terhadap aparat pemerintahan di bawahnya yang terlibat korupsi.
B. Persoalan Pajak
Bahwa bagi umat Islam, pungutan yang wajib dibayar berdasarkan perintah langsung dari Al-Quran dan Hadits secara eksplisit adalah zakat. Sedangkan kewajiban membayar pajak hanya berdasarkan perintah yang tidak langsung (implicit) dalam konteks mematuhi penguasa (ulil ‘amri),Penguasa di dalam membelanjakan uang Negara yang diperoleh dari pajak berdasarkan kaidah fikih “tasharruful imam ‘alai ro’iyyah manuutun bil mashlahah al-raiyyah”, mesti mengacu pada tujuan kesejahteraan dan kemanusiaan warga Negara (terutama kaum fakir miskin).
Ketika ternyata bahwa uang negara yang berasal dari pajak tidak dikelola dengan baik atau tidak dibelanjakan sebagaimana mestinya bahkan terbukti banyak dikorupsi, maka muncul pertanyaan: apakah kewajiban membayar pajak oleh warga negara itu masih punya landasan hukum keagamaan yang kuat? Artinya masihkah menjadi wajib membayar pajak tersebut?
Rekomendasi :
Akhir-akhir ini dengan alasan kebebasan berekspresi, muncul beberapa karya dalam media massa yang dirasakan melecehkan dan menodai simbol-simbol agama Islam. Sebagai reaksi terhadap hal itu, banyak dilakukan tindakan yang tidak terkendali dan merusak. Misalnya film The Innocence of Muslims, kartun Nabi Muhammad, dan novel The Satanic Verses. Hal semacam juga terjadi terhadap agama lain.
D. Pendidikan : Nilai-nilai Kepesentrenan dalam Kurikulum Pendidikan Karakter
17 September 2013
KONFERENSI RANTING MUSLIMAT NU KALILANGKAP
08 September 2013
JADWAL RUTIN PENGAJIAN/KAJIAN KITAB
06 September 2013
NU: MENJELANG 2014
Posisi NU sebagai lembaga selalu menarik dijadikan ‘kuda troya’ kesuksesan seseorang dalam meraih jabatan politik. NU selalu dijadikan tunggangan oleh pribadi-pribadi yang berasal dari partai politik apapun.
Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Habib Ali Zaenal Abidin yang juga Mutasyar PCNU Kota Tegal saat memberikan sambutan acara pengajian halal bihalal dan jelang seabad NU, di halaman SMA NU Kota Tegal, Kamis malam (5/9).
Habib Ali menyayangkan tokoh-tokoh muda NU yang menggelar pengajian NU tetapi tidak murni pengajian karena diboncengi kekuatan politik tertentu. “Jangan sampai pengajian NU keluar dari koridornya dengan diboncengi politik, ” kata Habib Ali dengan nada keras.
Ketua PCNU Kota Tegal Dr Abdal Hakim Tohari menandaskan, bahwa NU itu menganut paham politik kebangsaan. NU ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana.
Menyosong se abad NU, lanjutnya, tradisi dan amaliyah NU harus terus disosialisasikan kepada generasi muda. Sebab banyak yang kurang paham seperti halal bihalal, manakib, barzanji, mitoni dan lain-lain. “Kita harus pertahankan dengan mensosialisasikan dan pengamalan yang terus menerus kepada generasi muda,” tuturnya.
PCNU Kota Tegal, kata Abdal, merasa sangat gelisah terhadap generasi muda sekarang yang banyak meninggalkan amaliyah NU. Seperti halal bihalal, meski jaman sudah modern tetapi tidak bisa digantikan dengan fasilitah handphone. HP tidak cukup mewakili karena yang meminta dan yang dimintai maaf tidak sesuai dengan keadaan hati yang sesungguhnya. “Sangat kering, untuk melihat keikhlasannya,” kata Abdal yang juga direktur RSUD Kardinah Brebes. (Wasdiun/Amin)
































